Selasa, 04 November 2014

Daftar Haji atau Study Lanjut ?

Seneng banget bisa gabung ADOA tapi saya bingung karena tiap hari harus belajar mengeluarkan ide baru, Bismillah saya akan coba lagi di ODOA 4 November 2014
Hari ini saya coba angkat tulisan tentang Daftar Haji atau Studi Lanjut?

Melihat kepulangan teman kerja saya dari tanah suci sebulan lalu, membuat saya ingin sekali bisa seperti dirinya. Bagaimana tidak, begitu senang dan bahagianya beliau menceritakan kesan-kesannya selama disana. Dalam hati "kapan ya saya bisa berangkat ke sana?" . Keinginan untuk berangkat ke sana adalah suatu impian yang terpendam cukup lama, dan alhamdulilllah sampai saat ini belum bisa saya dapatkan kesempatan itu (sambil manyun dan gigit jari). Karena penasaran gimana sih supaya bisa berangkat kesana, akhirnya sehari kemudian aku putuskan untuk pergi ke bank untuk menanyakan hal tentang haji karena kebetulan alhamdulillah ada sedikit tabungan yang memang telah saya rencanakan untuk berangkat ke tanah suci.

setelah mendapat beberapa penjelasan dari bank yang mengurusi haji dan umroh, akhirnya saya harus berfikir dua kali untuk mendaftar haji sekarang. karena ternyata untuk mendapat kuota kursi harus meminjam sejumlah uang yang tidak sedikit sedangkan saat ini ada keinginan lain juga yang ingin saya wujudkan yaitu study lanjut. Manusiawi kan ? kalau saya banyak keinginan. Saat ini yang saya inginkan adalah saya bisa mendapatkan kuota haji dan bisa melanjutkan study saya di magister perpustakaan. Tung itang itung mana ya? yang harus saya ambil terlebih dahulu karena saya ingin dua hal ini bisa berjalan beriringan.

Karena bingung mana yang harus saya pilih, akhirnya saya mulai tanya sana sini tentang haji ataupun studi lanjut ke orang orang yang telah melaksanakan haji ataupun studi lanjut. Tiap orang memiliki cara berpikir yang berbeda ada yang bilang haji dulu karena untuk berangkat haji membutuhkan waktu yang lama untuk bisa berangkat, alias ngantri. Adapula yang bilang study lanjut dulu ntar kl keburu tua jadi males study lanjut.

haji dan study lanjut memang dua hal yang penting, tapi setelah saya berfikir panjang dan atas petunjuk Alllah saya memilih untuk mendapatkan kuota haji terlebih dahulu karena memang untuk berangkat haji tidak semudah yang kita bayangkan, asal ada uang bisa berangkat, tetapi harus ngantri dulu, untuk study lanjut kalau memang berniat insyaAllah ada rejeki pasti dapat dilaksanakan seketika jika telah ada lebih rizky.

Saya terinspirasi oleh Zeti Arina seorang konsultan pajak yang memilih untuk berangkat umroh terlebih dahulu meskipun pada saat yang bersamaaan beliau dihadapkan pada pilihan pekerjaan yang dapat menghasilkan rupiah 10 kali lipat dari ongkos umroh keluarganya. Luar biasa ternyata setelah berangkat haji beliau mendapatkan ganti mendapat kontrak pekerjaan yang sangat fantastis dan ayahnya disembuhkan dari sakitnya. Akhirnya hal itu lebih memantapkan saya untuk memilih mengambil kuota haji terlebih dahulu sebelum melakukan study lanjut, karena saya yakin dengan waktu tunggu haji saya yang relatif cukup lama insyaAllah saya bisa study lanjut sebelum saya berangkat haji pada waktu yang ditentukan nanti. Amiin semoga barokah.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar