Sabtu, 01 November 2014

Tantangan Untukkku

Setelah apa yang kucapai dalam perjalanan hidupku sebagai seorang Pustakawan dengan predikat Pustakawan Berprestasi ini ternyata justru membuatku merasa lebih banyak tantangan yang harus aku lalui, karena predikat tersebut aku harus siap menjadi centre of attention di lingkungan kerjaku. tentunya aku masih harus banyak belajar dalam berujar dan bersikap. kedua hal tersebutlah yang membuatku sulit sekali untuk merubahnya karena tipical aku adalah orang yang rame, suka bercanda yang terkadang sering kebablasan, selain itu saya juga harus banyak jaga sikap dalam bertingkah laku.
sebagai seorang Pustakawan pengetahuanku dalam kepustakawanan sangat dangkal sekali meskipun aku sudah menggeluti profesi tersebut 10 tahun, rasanya seperti tertidur dalam kurun waktu 10 tahun sehingga tak berasa ternyata dunia kepustakawan saat ini sungguh luar biasa, hal ini karena didukung sebuah teknologi yang mulai mengubah dunia dan komunitasnya mulai bergantung pada teknologi yang makin hari makin berkembang.
Tantangan ini makin berasa untukku ketika aku mulai bergabung di UPT Perpustakaan Unissula Semarang, karena dengan motto Cyber Library secara tidak langsung menuntut para Pustakawannya untuk lebih mengetahui informasi dan teknologi sebagai penyeimbang perkembangan teknologi perpustakaan saat ini. Di UPT Perpustakaan Unissula ini banyak sekali tantangan dalam setiap item pekerjaan  karena di setiap bidang pekerjaan yang dilakukan  oleh Pustakawan Unissula benar-benar mendapatkan monitoring langsung dari atasan (Kepala Perpustakaan). Ibu Ummu Adillah selaku Kepala Perpustkaan kami selalu menghimbau kepada kami agar kami dapat meningkatkan kualitas diri minimal dengan cara belajar menulis atau membuat sebuah tulisan yang sukur-sukur dapat termuat di suatu media tercetak seperti surat kabar dan majalah.
menarik juga himbauan dari beliau selaku Kepala Perpustakaan dan hal itu benar-benar menggugah semangatku untuk berusaha membuat sebuah tulisan yang menarik dan enak untuk di baca, meskipun hal itu sulit untuk kulakukan karena aku tidak terbiasa menulis. Dari himbauan tersebut aku mulai membuat sebuat tulisan yang sederhana dan berusaha untuk mengirim tulisan tersebut tapi sayang ternyata tulisanku belum pantas untuk dipublikasikan di sebuat surat kabar, meskipun awalnya aku sempat girang karena mendapat jawaban yang menyenangkan dari sebuah surat kabar harian metro riau. hal tersebut tidak membuat patah arang untuk mencobanya lagi meskipun agak malas untuk menulis.
karena penasaran dan ingin tahu banget gimana sih caranya agar tulisan kita enak dibaca dan bisa termuat di media akhirnya aku berusaha follow ke group fb menulis IIDN (ibu ibu doyan nulis) yang menghantarkan aku bertemu dengan Ibu Indari Mastuti Direktur at Indscript.creative. Melalui fb  profil beliau akhirnya aku tertarik dengan note "Kenapa Personal Brand Itu Penting?". Sepanjang perjalanan pulangku dari kantor note tersebut tidak mau hilang dalam pikiranku yang akhirnya timbullah sebuah ide bagaimana jika personal branding tersebut aku aplikasikan dengan ilmu perpustakaan yang aku miliki.  Tanpa pikir panjang pun akhirnya aku berusaha membuat sebuah tulisan tentang personal branding  yang kuaplikasikan dengan ilmu perpustakaan. 

Aku semangat untuk membuat tulisan tersebut karena kebetulan ada sebuah ivent yang menantang untukku yaitu lomba Pustakawan Berprestasi tingkat Kopertis wilayah VI Jawa Tengah tahun 2014, dimana dalam lomba tersebut pustakawan harus membuat makalah tentang kepustakawanan untuk dipresentasikan di hadapan juri.  Dengan usaha kerasku mencari beberapa artikel dan tulisan tentang personal branding dan kepustakawanan akhirnya jadilah makalahku dengan judul "Personal Branding Pustakawan sebagai Pendukung Brand Image Perpustakaan" yang alhamdulillah berhasil kupresentasikan di hadapan para juri lomba Pustakawan Berprestasi tingkat Kopertis wilayah VI Jawa tengah dan lagi lagi alhamdulillah     
https://library.unissula.ac.id/pustakawan-unissula-juara-2-pustakawan-berprestasi-tingkat-kopertis-6-jawa-tengah/
 
Ini baru langkah awal untuk memulai menjadi seorang Pustakawan yang sesuai dengan tuntutan zaman. selain itu harus banyak belajar dan menimba ilmu dengan orang orang yang berpengetahuan lebih. Bissmillah aku ingin berusaha untuk menulis lagi semoga ini menjadi awal yang baik yang sekaligus menjadi tantangan bagi saya untuk lebih maju dengan memulai membuat sebuah tulisan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar