Rabu, 16 Juli 2014

Modal Nekat

Huft, pegal semua ni badan rasanya, sampai aku harus jatuh sakit (masuk angin) seminggu lamanya, hal ini karena pekerjaan yang banyak menyita waktu dan tenaga yang biasa dilakukan 1kali dalam setahun yaitu Stock Opname. Yah beginilah pekerjaan Pustakawan, setiap akhir tahun pembelajaran harus melakukan stock opname. Dalam stock opname ini tidak hanya melibatkan Pustakawan saja tetapi juga semua tenaga perpustakaan. Kami bersama-sama yang terbentuk dalam tim berjumlah 18 orang, berusaha meyelesaikan stock opname buku sejumlah 18.912  eksemplar yang alhamdulillah dapat terselesaikan dalam 3 bulan ini yaitu dari minggu akhir bulan mei 2014 sampai minggu awal bulan juli 2014

Beberapa minggu lalu tepatnya di pertengahan bulan Juni, belum sampai stock opname  selesai dan belum habis lelahku, tiba-tiba aku dipanggil atasan (sekretaris) secara mendadak agar mempersiapkan diri untuk mengikuti pemilihan Pustakawan Berprestasi terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di satu sisi aku senang karena mendapat kesempatan yang belum pernah kudapatkan selama 4 tahun aku bekerja di perguruan tinggi swasta ini, tapi dilain sisi "Mungkinkah ?" hanya dalam waktu 1 minggu aku harus mempersiapkan berkas yang diantaranya adalah pembuatan makalah tentang kepustakawanan dan mempersiapkan presentasi.

Sebagai seorang pustakawan aku tidak bisa menolak dan hanya bisa mengatakan "InsyaAllah Pak, Saya akan berusaha dulu". dan akhirnya dengan sedikit keterpaksaan dan kerja keras dalam mengolah kata yang akan kutuangkan dalam makalahku, terselesaikanlah makalahku yang berjudul "Pelayanan Digital Dalam Peningkatan Pemanfaatan E-Journal di UPT Perpustakaan Unissula Semarang" dan Bismillah makalah tersebut pun segera dikirim ke Badan Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah, tentunya dengan hasil yang apa adanya aku tidak berharap banyak bahwa makalah yang aku buat ini akan lolos dalam kompetisi tersebut.

Selang seminggu proses seleksi makalah, sungguh di luar dugaan kalau ternyata saya harus berangkat ke kantor Badan Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah pada hari Rabu 25 Juni 2014 untuk mengikuti proses selekti tahap ke 2 yaitu tes tertulis, presentasi dan wawancara, karena namaku terdaftar dalam undangan peserta yang harus mengikuti tahap II seleksi tersebut.

Akhirnya dengan modal nekat tanpa persiapan untuk ujian tertulis, presentasi maupun wawancara aku ikuti proses seleksi tersebut, dan hasilnya aku tidak masuk dalam nominate sebagai Pustakawan berprestasi terbaik tingkat Jawa Tengah tahun 2014. Hasil tersebut sama sekali tidak membuatku menyesal (getun) karena aku sangat menyadari ketebatasanku justru aku bersyukur dapat mengambil ilmu dalam moment kompetisi tersebut, dengan begitu aku jadi lebih tahu banyak tentang pemilihan pustakawan berprestasi meskipun aku menemukan beberapa kejanggalan yang tidak semestinya ada dalam pemilihan pustakawan berprestasi terbaik, yah... apalah itu semua kejadiannya, intinya adalah setiap pemenang dalam kompetisi bidang apapun tidak hanya dibutuhkan kecerdasan dan penguasaan materi saja yang harus dimiliki oleh para kompetitor namun faktor lucky biasanya juga cukup berperan.



 

Jenuh oh Jenuh

Menjadi Seorang Pustakawan ternyata bukan suatu hal yang mudah dan tidak senyaman image khalayak bahwa "bekerja di perpustakaan itu enak ya? duduk manis, nata buku, nonton tivi, main internet (facebookan) ketawa ketiwi dan makan-makan". kata-kata itu sungguh membuat hati teriris karena mengapa pekerjaan seorang pustakawan ini dianggap remeh. Memang baru 10 tahun saya bergelut dengan dunia kepustakawanan, tetapi saya baru bisa merasakan tantangan yang luar biasa ketika saya harus menjadi pustakawan di sebuah perguruan tinggi swasta ternama  di kota Semarang.
Di satu sisi menjadi Pustakawan adalah suatu kebanggaan karena setidaknya dari tahun ke tahun Pustakawan mulai mendapatkan perhatian dari Pemerintah meskipun hal itu baru bisa dirasakan oleh Pustakawan yang mengabdi di perguruan tinggi atau instansi negeri. Hal itu alhamdulillah tidak membuatku iri dengan nasib mereka karena akupun mulai bisa menikmati profesiku sebagai Pustakawan di sebuah perguruan tinggi swasta ternama di Semarang.
Aktifitas harianku sebagai pustakawan terkadang membuatku jenuh, hal ini terjadi jika sedang menghadapi masalah dalam pekerjaanku baik dengan teman sejawat maupun pimpinan, sampai kadang terbesit untuk mengakhiri profesiku ini dan memulai aktifitas baru di rumah bersama kedua putra-putriku dengan sesekali membuat tulisan untuk mengisi waktu luang bersama mereka. Hal itu selalu gagal aku lakukan karena suamiku selalu memotivasiku untuk selalu berkarya dan beliau selalu berujar "Sabar mi, ALLAH tidak akan menguji kaumnya di luar batas kemampuannya, tetaplah bersemangat karena semakin tinggi pohon tumbuh akan semakin kuat angin yang menerpanya". 
Motivasi yang selalu beliau berikan padaku membuat diriku kembali bangkit dari kesedihan dan mulai membuka mata, hati dan pikiranku bahwasanya semakin aku tegar dalam menghadapi masalah pada pekerjaanku InsyaAllah Allah akan lebih membuka banyak pengetahuan untukku. Semoga niat ikhlasku untuk beribadah ini dapat membawa keberkahan untuk semua orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku Amin.