Huft, pegal semua ni badan rasanya, sampai aku harus jatuh sakit (masuk angin) seminggu lamanya, hal ini karena pekerjaan yang banyak menyita waktu dan tenaga yang biasa dilakukan 1kali dalam setahun yaitu Stock Opname. Yah beginilah pekerjaan Pustakawan, setiap akhir tahun pembelajaran harus melakukan stock opname. Dalam stock opname ini tidak hanya melibatkan Pustakawan saja tetapi juga semua tenaga perpustakaan. Kami bersama-sama yang terbentuk dalam tim berjumlah 18 orang, berusaha meyelesaikan stock opname buku sejumlah 18.912 eksemplar yang alhamdulillah dapat terselesaikan dalam 3 bulan ini yaitu dari minggu akhir bulan mei 2014 sampai minggu awal bulan juli 2014
Beberapa minggu lalu tepatnya di pertengahan bulan Juni, belum sampai stock opname selesai dan belum habis lelahku, tiba-tiba aku dipanggil atasan (sekretaris) secara mendadak agar mempersiapkan diri untuk mengikuti pemilihan Pustakawan Berprestasi terbaik tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di satu sisi aku senang karena mendapat kesempatan yang belum pernah kudapatkan selama 4 tahun aku bekerja di perguruan tinggi swasta ini, tapi dilain sisi "Mungkinkah ?" hanya dalam waktu 1 minggu aku harus mempersiapkan berkas yang diantaranya adalah pembuatan makalah tentang kepustakawanan dan mempersiapkan presentasi.
Sebagai seorang pustakawan aku tidak bisa menolak dan hanya bisa mengatakan "InsyaAllah Pak, Saya akan berusaha dulu". dan akhirnya dengan sedikit keterpaksaan dan kerja keras dalam mengolah kata yang akan kutuangkan dalam makalahku, terselesaikanlah makalahku yang berjudul "Pelayanan Digital Dalam Peningkatan Pemanfaatan E-Journal di UPT Perpustakaan Unissula Semarang" dan Bismillah makalah tersebut pun segera dikirim ke Badan Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah, tentunya dengan hasil yang apa adanya aku tidak berharap banyak bahwa makalah yang aku buat ini akan lolos dalam kompetisi tersebut.
Selang seminggu proses seleksi makalah, sungguh di luar dugaan kalau ternyata saya harus berangkat ke kantor Badan Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah pada hari Rabu 25 Juni 2014 untuk mengikuti proses selekti tahap ke 2 yaitu tes tertulis, presentasi dan wawancara, karena namaku terdaftar dalam undangan peserta yang harus mengikuti tahap II seleksi tersebut.
Akhirnya dengan modal nekat tanpa persiapan untuk ujian tertulis, presentasi maupun wawancara aku ikuti proses seleksi tersebut, dan hasilnya aku tidak masuk dalam nominate sebagai Pustakawan berprestasi terbaik tingkat Jawa Tengah tahun 2014. Hasil tersebut sama sekali tidak membuatku menyesal (getun) karena aku sangat menyadari ketebatasanku justru aku bersyukur dapat mengambil ilmu dalam moment kompetisi tersebut, dengan begitu aku jadi lebih tahu banyak tentang pemilihan pustakawan berprestasi meskipun aku menemukan beberapa kejanggalan yang tidak semestinya ada dalam pemilihan pustakawan berprestasi terbaik, yah... apalah itu semua kejadiannya, intinya adalah setiap pemenang dalam kompetisi bidang apapun tidak hanya dibutuhkan kecerdasan dan penguasaan materi saja yang harus dimiliki oleh para kompetitor namun faktor lucky biasanya juga cukup berperan.